Sehari Tanpa Internet, Dunia Masih Berputar
Pagi itu, seperti biasa, tangan ini otomatis meraih ponsel di samping bantal. Tapi aneh, tidak ada notifikasi. Wifi rumah mati. Aku mencoba data seluler tetap nihil. Panik? Sedikit. Tapi kemudian aku menantang diri sendiri, bisahkah aku bertahan 24 jam tanpa internet?
Jam pertama berlalu dengan rasa canggung. Biasanya aku scrolling TikTok sambil sarapan, tapi sekarang aku hanya duduk menatap bubur ayam dengan sate usus. Ternyata sarapan lebih enak tanpa distraksi.
Siangnya aku membuka rak buku yang sudah lama tidak tersentuh. Ada novel yang dulu hanya kubaca setengah. Aku tenggelam dalam kisahnya, lupa waktu. Sore, aku berjalan-jalan ditaman sesuatu yang jarang kulakukan karena "sibuk di HP". Malamnya aku menulis di buku kecil, bukan caption, bukan tweet dan rasanya... tenang.
Ternyata dunia tetap berjalan tanpa notifikasi. Justru lebih damai. ketika internet kembali malam itu, aku tidak langsung menyambungjan ponsel. Aku memilih tidur lebih awal, dengan hati yang entah kenapa lebih terasa lebih ringan.
