Ringkasan nover Dear J karya L. Lullaby
Judul: Dear J
Penulis: L. Lullaby
Genre: Romance, drama, slice of life
Jumlah Halaman: 301
Dear J mengisahkan kehidupan Na Jaemin, seorang remaja laki-laki yang tidak bisa berbicara (tunawicara) dan hidup dalam lingkungan keluarga yang penuh kekerasan serta sekolah yang tidak bersahabat. Ia adalah sosok yang pendiam, tertutup, dan selalu berusaha menutupi luka batin dan fisik yang dialaminya dengan senyuman. Jaemin bukan hanya kehilangan suara, tetapi juga kehilangan tempat aman—rumah dan sekolah, dua tempat yang seharusnya melindungi, justru menyakitinya.
Di sekolah, Jaemin menjadi korban perundungan karena kondisinya. Ia dianggap aneh, penyendiri, dan tidak layak dijadikan teman. Namun perlahan, seorang siswi bernama Jung Jeha mulai membuka hatinya. Awalnya Jeha adalah pacar dari Lee Jeno, saudara tiri Jaemin yang juga memiliki hubungan rumit dengannya. Jeno membenci Jaemin karena merasa Jaemin mencuri perhatian ayahnya, bahkan mencintai Jeha secara diam-diam.
Jeha adalah satu-satunya yang mencoba memahami Jaemin. Ia tidak hanya bersikap baik, tetapi juga belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengannya. Dalam proses itulah hubungan mereka semakin dalam. Jaemin, yang selama ini tertutup, mulai merasakan kasih sayang, perhatian, dan cinta dari Jeha hal yang tak pernah ia dapatkan dari keluarga maupun teman.
Namun hubungan ini justru menambah tekanan bagi Jaemin. Jeno mulai menyakiti Jaemin, dan ayahnya semakin kasar. Jaemin tetap berusaha tegar, tetap bekerja paruh waktu, tetap tersenyum, seolah tak ada yang salah. Sampai suatu hari, kekerasan dari ayahnya mencapai titik terburuk Jaemin dipaksa meminum cairan pembersih hingga akhirnya tak selamat.
Kematian Jaemin menjadi pukulan telak bagi semua orang. Jeha merasa kehilangan besar, dan Jeno dihantui rasa bersalah karena telah menjadi bagian dari luka Jaemin. Surat-surat dan catatan yang ditinggalkan Jaemin kemudian ditemukan, mengungkapkan isi hati yang selama ini dipendamnya tentang rasa sakit, cinta, dan harapan kecil yang tak pernah ia sampaikan dengan suara.
Di sekolah, Jaemin menjadi korban perundungan karena kondisinya. Ia dianggap aneh, penyendiri, dan tidak layak dijadikan teman. Namun perlahan, seorang siswi bernama Jung Jeha mulai membuka hatinya. Awalnya Jeha adalah pacar dari Lee Jeno, saudara tiri Jaemin yang juga memiliki hubungan rumit dengannya. Jeno membenci Jaemin karena merasa Jaemin mencuri perhatian ayahnya, bahkan mencintai Jeha secara diam-diam.
Jeha adalah satu-satunya yang mencoba memahami Jaemin. Ia tidak hanya bersikap baik, tetapi juga belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengannya. Dalam proses itulah hubungan mereka semakin dalam. Jaemin, yang selama ini tertutup, mulai merasakan kasih sayang, perhatian, dan cinta dari Jeha hal yang tak pernah ia dapatkan dari keluarga maupun teman.
Namun hubungan ini justru menambah tekanan bagi Jaemin. Jeno mulai menyakiti Jaemin, dan ayahnya semakin kasar. Jaemin tetap berusaha tegar, tetap bekerja paruh waktu, tetap tersenyum, seolah tak ada yang salah. Sampai suatu hari, kekerasan dari ayahnya mencapai titik terburuk Jaemin dipaksa meminum cairan pembersih hingga akhirnya tak selamat.
Kematian Jaemin menjadi pukulan telak bagi semua orang. Jeha merasa kehilangan besar, dan Jeno dihantui rasa bersalah karena telah menjadi bagian dari luka Jaemin. Surat-surat dan catatan yang ditinggalkan Jaemin kemudian ditemukan, mengungkapkan isi hati yang selama ini dipendamnya tentang rasa sakit, cinta, dan harapan kecil yang tak pernah ia sampaikan dengan suara.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda